Selasa, 09 Juli 2013
METODE PENELITIAN KEBUDAYAAN
LAPORANPENELITIAN
(TUGAS MATA KULIAH METODE PENELITIAN KEBUDAYAAN)
Judul Penelitian
TRADISI BARAZANJI MASYARAKAT RIAU
Oleh:
YUSRATI WINDAH
F41111913
JURUSAN SASTRA ASIA BARAT
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2013
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillahi Rabbil aalamiin ‘ala kulli haalin wa ni’mah, karena dengan pertolongan-Nya Laporan Penelitian Kebudayaan ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Selanjutnya tidak lupa kita lantunkan shalawat dan salam kepada suri teladan kita Nabi Muhammad Shallallāhu ’alaihi wasallam berserta keluarga, para sahabat, dan segenap pengikutnya.
Segenap doa dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya penulis haturkan kepada kedua orang tua penulis, Idris dan Roswiyah yang telah mengajarkan kepada penulis agar semangat dalam kehidupan, sehingga penulis bisa menjadi seperti sekarang. Selanjutnya ucapan terima kasih penulis haturkan kepada guru yang tulus mengajar dan mendidik kami selama ini dalam mata kuliah yang telah diamanahkan, ustast Haeruddin,S.S.,M.A selaku pengampu mata kuliah MPK, yang telah memberi banyak pengetahuan kepada penulis.
Demikian pula kepada teman-teman mahasiswa Sastra Asia Barat(Sastra Arab)yang juga mengambil mata kuliah yang sama. Semoga Allah senantiasa melimpahkan curahan rahmat, kasih sayang, dan keridhaan-Nya kepada mereka.
Dan akhirnya tak hentinya ucapan terima kasih serta rasa beribu syukur yang tidak terhingga penulis ucapkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah melimpahkan ni’mat yang tidak terhitung-Nya kepada seluruh makhluk-Nya.
Makassar, 24 Mei 2013
Penulis,
Yusrati Windah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
PENDAHULUAN 3
Latar Belakang 3
Rumusan Masalah 4
Tujuan Penelitian 4
Manfaat Penelitian 4
TINJAUAN PUSTAKA 5
Landasan Teori 5
Penelitian Terdahulu 6
METODE PENELITIAN 7
Jenis Penelitian 7
Teknik Pengumpulan Data 7
Teknik Analisis Data 8
1. Pengkodean Data 8
2. Kategorisasi Data 8
3. Tabulasi Data 8
4. Interpretasi Data 9
5. Penyajian Data 9
HASIL DAN PEMBAHASAN 10
Definisi Tradisi Barazanji 10
Prosesi Barazanji di Riau 10
D.Tujuan Pelaksanaan Barazanji di Riau 12
1. Sebagai wujudRasa Cinta kepada Rasulullah SAW 12
2. Untuk Mendoakan Keselamatan Umat Manusia 13
3.Untuk Mengingatkan kisah Nabi kepada Umat Islam 13
Hikmah di Balik Tradisi Barazanji 13
1.Mempererat silaturrahim 14
2.Membangun kehidupan Aman Tentram dan Damai dalam Masyarakat 14
3.Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam 14
PENUTUP 16
A. Kesimpulan
B. Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan tradisi barazanji 16
DAFTAR PUSTAKA 17
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tradisi barazanji telah dilakukan sejak Islam masuk ke Indonesia.Tidak dapat dipungkiri, masuknya Islam memberi pengaruh besar pada kebudayaan Melayu.Pola perpaduan ini bukan hanya terlihat pada tradisi barzanji, namun juga tradisi Melayu yang lain, semisal tabot, burdah, ghazal, dan lain sebagainya. Tentu saja perpaduan antara budaya Islam dan Melayu berbeda-beda tergantung pada kultur awal masyarakat setempat (R. Michael Feener & Anna M. Gade, 1998).
Di dalam kehidupan sehari-hari berbagai suku-suku bangsa di negara islam sering mempraktekkan beberapa tradisi sebagai wujud berbagai macam ekspresiseperti rasa syukur, rasa bahagia atas apa yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta terhadap mereka. Diantaratradisi yang dapat kita temukan dalam kehidupan orang riau adalah sebagai berikut:
1. Tradisi Barazanji dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad.
2. Tradisi Barazanji pada hari-hari besar Islam, seperti Idul Fitri, Idul Adha, tahun baru Hijriah.
3. Tradisi Barzanji diselenggarakan dalam kegiatan kemasyarakatan, misalnya pada saat upacara pernikahan, memperingati kelahiran anak, dan sebagainya.
Sejauh pengamatan dan penelusuran penulis terhadap literatur-literatur dan laporan hasil penelitian kebudayaan, ternyata sampai saat inibelum banyak penelitian yang membahas mengenai tradisi-tradisikebudayaan Riaukhususnya tradisi barazanji. Padahal jika ditinjau secara sepintas tradisiini sangat sarat dengan pesan-pesan yang dapat diambil hikmahnya untuk dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, penulis bermaksud mengadakan penelitian terkait dengan tradisi barazanji di Riaukarena tradisi ini merupakan perpaduan budaya dengan agama yang sangat penting dilestarikan.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka permasalahan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah proses pelaksanaan ritual barazanji di Riauyang dilaksanakan oleh Umat Islam.
2. Apakahtujuanpelaksanaan tradisi barazanji bagi orang Riau.
3. Hikmah apa yang dapat dipetik dari pelaksanaan barazanji di Riau
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan barazanji yang dilakukan oleh masyarakat Islam.
2. Untuk menjelaskan tujuan pelaksanaan tradisi barazanji.
3. Untuk menjelaskan hikmah dibalik pelaksanaan tradisi barazanji di Riau.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memenuhi dua manfaat yaitu manfaat praktis dan manfaat teoritis.
1. Secarateoritis penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi kalangan umat Islampada umumnya dan bagi kalangan akademisi pada khususnyatentang tradisi barazanji yang diselenggarakan oleh orang Riau, suku-suku bugis lainnya.
2. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan dapat diambil aspek-aspek positifnya sehingga dapat dipraktekkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
Untuk menganalisis tradisi barazanji di Riau tentu dibutuhkan sebuah landasan teori. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa objek kajian ini adalah ritual barazanji sebagai sebuah produk kebudayaan, maka teori yang dianggap paling relevan adalah teori etnografi. Oleh sebab itu,pada bab ini perlu dijelaskan terlebih dahulu pengertian etnografi untuk memudahkan pemahaman kita mengenai konsep etnografi tersebut.
Secara etimologi etnografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang berarti ‘bangsa’ atau ‘suku bangsa’ dan graphein ccang berarti ‘tulisan’ atau ‘uraian’. Sehingga, secara sederhana etnografiberarti ‘uraian mengenai rakyat’. Adapun pengertian etnografi secara terminologi adalah sebuah kajian tentang kehidupan dan kebudayaan suatu masyarakat atau etnik, misalnya tentang adat-istiadat, kebiasaan, hukum, seni, religi, dan bahasa. Bidang kajian yang sangat berdekatan dengan etnografi adalah etnologi, yaitu kajian perbandingan tentang kebudayaan dari berbagai etnik masyarakat, kelompok, maupun suku bangsa yang ada di dunia.
Adapun pengertian etnografi menurut Koentjaraningrat (1989:1) adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya manusia. Menurut beliau, etnografi bertujuan untuk menjelaskan keadaan masyarakat dengan cara mencatat semua fenomena menarik yang dijumpai selama perjalanannya, seperti adat istiadat,susunan masyarakat,bahasa, serta ciri-ciri fisik dari suku-suku bangsa tersebut.
Hal yang sama dapat pula kita temukan dalam www. wikipedia.com yang menjelaskan etnografi sebagai sebuah strategi penelitian ilmiahyangpada umumnya digunakan dalam ilmu sosial dan beberapa cabang dalam antropologi yang mempelajari dan menganalisis mengenai budaya masyarakat, kelompok etnis. Penelitian tersebut mencakup aspek budaya material maupun spiritual mereka.
Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas kita dapat disimpulkan bahwa penelitian etnografi merupakan kegiatan pengumpulan bahan keterangan atau data yang dilakukan secara sistematik mengenai cara hidup serta berbagai aktivitas sosial dan berbagai benda kebudayaan dari suatu masyarakat. Berbagai peristiwa dan kejadian unik dari komunitas budaya akan menarik perhatian peneliti etnografi. Peneliti justru lebih banyak belajar dari pemilik kebudayaan, dan sangat respek pada cara mereka belajar tentang budaya. Itulah sebabnya penelitian langsung menjadi penting dalam aktivitas penelitian.
Penelitian Terdahulu
Sebagai sebuah kegiatan ilmiah, maka perlu dikemukakan beberapa penelitian terdahulu untuk menguatkan hasil penelitian.Setelah penulis menelusuri data-data di internet dan di berbagai media lainnya telah banyak yang sudah melakukan penelitian mengenai barazanji, namun informasinya lebih banyak terdapat di internet. Kitab al-Barazanji memang sudah banyak beredar toko-toko buku dan di tengah masyarakat, namun Buku yang khusus membahas tentang tradisi barazanji di Riau belum pernah di temukan oleh penulis.oleh itu penulis melakukan penelitian ini.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskiptif(descriptif research) yaitu sebuah penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan fakta atau fenomena yang terdapat pada data.Jenis ini diambil karena objek penelitian ini adalah data dalam bentuk aktifitas atau perilaku yang bersifat kualitatif.Sesuai dengan jenis penelitian,maka peneliti berusaha memaparkan, menggambarkan, mendeskripsikan danmemberi penjelasan tentang barazanji yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata secara deskriptif.
Teknik Pengumpulan Data
Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa data penelitian adalah data dalam bentuk aktifitas kebudayaan, maka untuk memudahkan proses mengumpulkandata dalam penelitian diperlukan cara atau teknik tertentu, sehingga proses pengumpulan data dapat berjalan secara lancar.Sesuai dengan pendekatan penelitian dan sumber data,maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalahdengan teknik pustaka. (Moleong, 2007:241).
Teknik Pustaka
Metode pustaka digunakan untuk memperoleh data sekunder tentang tradisi barazanji. Metode ini dilakukan dengan cara mencari literatur-literatur serta laporan-laporan hasil penelitian yang terkait dengan ritual kebudayaan Riau secara umum.
Teknik Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang mengacu pada Moeloeng (2009:248).Sesuai dengan teknik analisis data yang digunakan tersebut, maka langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:
1. Pengkodean Data
Tahap pengkoden data adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk memberi label atau kode terhadap satuan-satuan data yang telah terkumpul. Pengkodean bertujuan untuk memunculkan fenomena yang terdapat pada satuan-satuan data sehingga akan memudahkan pada saat proses analisis. Pada tahap ini beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain: (a) menyusun data sedemikian rupa, agar lebih mudah diberi kode atau catatan tertentu, (b) secara urut melakukan penomoran pada satuan-satuan data, serta (c) memberikan nama untuk masing-masing data dengan kode tertentu.
2. Kategorisasi Data
Tahap kategorisasi data adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengelompokkan satuan-satuan data ke dalam kategori-kategori tertentu. Pada tahap ini kategorisasi data dilakukan dengan cara memilah-milah informasi baik yang merupakan hasil wawancara maupun informasi dari literatur yang dianggap memiliki kesamaan kemudian ditempatkan pada kategori yang sama.
3. Tabulasi Data
Tahap tabulasi adalah kegiatan pengimputan atau transper satuan-satuan data ke dalam kategori yang telah ditentukan. Dalam penelitian ini data-data berupa hasil wawancara serta analisis literatur ditabulasi menggunakan instrumen tabulasi data.
4. Interpretasi Data
Metode interpretasi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanatori mengenai hubungan kausal (sebab akibat) dari variabel-varibel yang diamati dan diteliti. Proses interpretasi data merupakan upaya untuk memperoleh arti dan makna yang lebih mendalam dan luas terhadap hasil penelitian. Pada tahap ini data-datayang terkait dengan tradisi barazanji dianalisis secara kritis sehingga didapatkan kesimpulan.
5. Penyajian Data
Metode penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknikinformal yaitu dengan menguraikan hasil analisis menggunakan kata-kata atau kalimat-kalimat secara deskriftif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Definisi Tradisi Barazanji
Sejauh penelusuran penulis, belum pernah menemukan sebuah definisi yang menjelaskan pengertian barazanji di Riau.Intinya Barzanji merupakan kegiatan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada waktu Maulid Nabi untuk memperingati hari kelahiran Nabi, namun tradisi ini juga dilakukan dalam berbagai acara.
Prosesi Barazanji di Riau
Seperti pelaksanaan tradisibarazanji suku bugis lainnya, prosesi pelaksanaan barazanji di Riaujuga dilakukan dengan membaca kitab al-barazanji.Kitab Barzanji terdiri dari dua bagian besar, yaitu natsar dan nadhom. Natsar berupa prosa liris yang menceritakan kehidupan Nabi maupun silsilah beliau. Bagian ini terdiri dari 19 sub. Sedangkan nadhom berbentuk puisi yang ditulis dalam bentuk bait-bait. Nadhom terdiri dari 205 untaian syair. Bagian ini menyatu ke dalam 16 sub bagian.
Seperti halnya penulisan syair, Ja’far Al-Barzanj juga menggunakan berbagai idiom dan metafor sebagai ungkapan kecintaan dan kekagumannya pada Nabi Muhammad.Misalnya gambaran Ja’far Al-Barzanj mengenai Nabi Muhammad yang seperti bulan, matahari, dan ungkapan cahaya di atas cahaya pada bagian nadhom (Ipmaba, 2009).
Berikut ini contoh natsar dalam kitab Al-Barzanji yang diterjemahkan oleh Raja Haji Muhammad Sa’id sebagaimana termaktub dalam buku Seni Pertunjukan Tradisional Daerah Riau karya Amanriza & Junus (1993:22):
Mereka itulah penghulu yang besar-besar yang berjalan cahaya nubuwat itu pada beberapa dahi mereka itu yang elok dan zahirlah cahaya nur itu pada dahi Abdul Muthalib dan anaknya Abdullah.
Ya Allah semerbakkan oleh-Mu akan kuburnya yang mulia dengan bauan yang sangat harum daripada selawat dan salam. Hai Tuhanku selawatkan dan salam dan karuniakan berkat atasnya.
Beberapa fragmen dalam Al-Barzanji yang berupa nadhom berisi sanjungan dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad (Amarinza & Junus, 1993:29). Contoh nadhom dalam kitab Al-Barzanji adalah:
Keselamatan bagimu wahai junjunganku
Keluasan bagimu wahai cahaya mataku
Engkaulah menenda Husin, Nabi pemalu
Luaslah kesejahteraan tetap bagimu
Wahai Nabi Rasul yang mulia
Wahai kekasih, Rasul utama
Rahmat selamat sejahtera sempurna
Tetaplah bagimu, Rasul semesta
Syair Sinar Gemala Mestika Alam mulai dibaca pada akhir rangkaian kegiatan barzanji. Pembacaan syair ini dimulai pada dasawarsa terakhir abad ke-19 di Kesultanan Riau-Lingga. Syair ini menceritakan kehidupan Nabi Muhammad sejak dari kandungan hingga masa kerasulannya. Berikut ini adalah penggalan Syair Gemala Mestika Alam yang dikutip dari www.RajaAliHaji.com:
Malam Isnain dua belas harinya
Dahulu sedikit daripada fajarnya
Masa diperanakkan oleh bundanya
Beberapa mukjzat zahir padanya
Setengah daripada irhash ikram
Menerangi cahaya tempat-tempat yang kelam
Masyrik dan magrib tempat yang balam
Teranglah cahaya sayidil anam
setengah daripada cahaya irhash ter’ala
habis tersungkur segala berhala
yang disembah oleh kafir yang cela
ibadatnya batal tiada pahala
Dari ungkapan yang dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa
D.Tujuan Pelaksanaan Barazanji di Riau
Tradisi barzanji di Riau rutin dilakukan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad. Namun, tidak sebatas peringatan itu saja, tradisi barzanji juga digelar pada hari-hari besar Islam yang lain seperti Idul Fitri, Idul Adha, tahun baru Hijriah, dan lain sebagainya. Barzanji juga diselenggarakan dalam kegiatan kemasyarakatan, misalnya pada saat upacara pernikahan, memperingati kelahiran anak, dan sebagainya.
Tradisi barzanji memadukan berbagai kesenian, antara lain seni musik, seni tarik suara, dan keindahan syair kitab Al-Barzanji itu sendiri. Syair-syair dalam kitabAl-Barzanji tersebut dilantunkan dengan lagu-lagu tertentu, dan kadang diiringi dengan alat musik rebana. Setelah pembacaan hikayat Nabi dari kitab karya Ja’far Al-Barzanj dan shalawat kepada beliau, akan dilanjutkan pembacaan syair Sinar Gemala Mestika Alam karya Raja Ali Haji.
Berdasarkan analisis terhadap hasil pencarian data-data tentang Barazanji khususnya di Riau, tujuannya tidak jauh berbeda dengan Tujuan Tradisi barazanji yang juga diselenggarakan oleh suku-suku bugis lainnya. Adapun tujuan umum pelaksanaan Barazanji adalah sebagai berikut :
1. Sebagai wujudRasa Cinta kepada Rasulullah SAW
Rasa “cinta” merupakan satu kata yang indah yang hanya dapat dirasakan oleh setiap manusia pada saat mendapatkan anugerah dari Sang Maha Pencipta(Khaliq). Rasa cinta yang dimaksud oleh penulis yakni wujud rasa cinta yang terkhusus kepada suri teladan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihiwa sallam. Karena tiadalah rasa cinta itu tanpa wujud kesyukuran kita kepda Allah, maka apa yang kita telah dapatkan tidak akan mendapatkan berkah. satu hikmah yang dapat Ungkapan rasa syukur ini merupakan hal yang penting dalam kehidupan karena tanpa rasa cinta maka semua yang dikaruniahkan oleh sang pencipta kepada manusia sebagai makhluk-Nya tidak akan mendapatkan berkah. Sehingga sekecil apapun karunia yang kita terima hendaklah kiranya kita mensyukurinya.
2. Untuk Mendoakan Keselamatan Umat Manusia
Didalam kitab Al-Barazanji ditemukan sejarah Nabi Muhammad shallallahu‘alaihi wa sallam, disebutkan silsilah keturunannya secara lengkap, dan berbagai lantunan shalawat. Semua sangat penting untuk dipelajari dan dipahami. Saat penyelenggaraan barazanji,Masyarakat menjadikan semua itu suatu hal yang dapat mendatangkan berkah dan do’a demi keselamatan umat islam khususnya karena kita telah bershalawat kepada Rasulullah.
3.Untuk Mengingatkan kisah Nabi kepada Umat Islam
Merupakan bentuk bukti kecintaan penganut agama islam terhadap Nabi Muhammad.syair dan hikayat yang tertulis dalam kitab tersebut memaparkan nilai-nilai yang baik yang dapat meningkatkan kadar religiusitas seseorang.selain itu,masyarakat juga dapat mengambil hikmah dari kehidupan nabi Muhammad seperti yang dibacakan dalam kitab tersebut.
Hikmah di Balik Tradisi Barazanji
Berdasarkan hasil analisis terhadap pelaksanaan tradisibarazanji di Riau, maka dapat disimpulkan bahwa tadisibarazanji di Riau bukanlah sebuah tradisi tanpa arti melainkan mengandung beberapa hikmah yang dapat diambil sebagai pelajaran dalam kehidupan. Di antara hikmah yang dapat diambil dari tradisi ma’barazanji adalah sebagai berikut:
1.Mempererat silaturrahim
Mempererat ikatan kasih sayang kita merupakan suatu hikmah yang dapat ditemukan dalamtradisibarazanji ini, karena dilakukan dengan cara berkumpul secara bersama-sama membaca kitab al-barazanji dan melantunkan shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallamsehingga suasana akan menjadi akrab antara keluarga yang melakukan acara dengan para tamu sekampung. Bisa dibayangkan betapa indahnya terjalin ukhuwah islamiah di antara masyarakatislam jika di dalam kehidupan kita selalu menyelenggarakan tradisi barazanji .mungkin saja dalam satu bulan akan dilaksanakan banyak tradisi dari para keluarga yang mengadakan acara pernikahan, naik rumah baru, baru dikaruniai anak.
2.Membangun kehidupan Aman Tentram dan Damai dalam Masyarakat
Pada saat ini sering sekali kita menyaksikan pemberontakan, permusuhan dan kerusakan lainnya di tengah masayarakat yang sebagian besar disebabkan karena kurangnya silaturrahim di antara warga masyarakat. Dengan menyelenggarakan tradisi barazanji secara tidak langsung akan mampu meminimalisir terjadinya berbagai problem di antara warga masyarakat dan akan tercipta tatanan kehidupan aman tentram dan damai dalam masyarakat.
3.Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
Pada saat ini kita sering melihat kenyataan di tengah masyarakat islam dimana di antara mereka sudah nampak sagat jelas telah terpengaruh pada kebudayaan non-muslim yang tak beradab. Hal itu disebabkan oleh kurangnya intensitas pertemuan di antara mereka dalam mengakaji dan memahami kisah teladan junjungan kita Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaih wa sallam. Dengan menyelenggarakan tradisi barazanji secara tidak langsung akan mampu menumbuhkan dihati kita sikap keteladanan Rasulullah yang dapat direalisasikan kepada sesama manusia sehingga akan tercipta kehidupan masyarakat sejahtera.
PENUTUP
A.Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis terhadap data-data tentang barazanji di Riau, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Tradisi ma’barazanji adalah sebuah pembacaan kitab al-barazanji yang tidak hanya dilakukan oleh orang Riau, bahkan suku-suku Bugis pada saat mendapatkan anggota baru dalam keluarga dalam bentuk kelahiran seorang bayi, acara pernikahan, dan sebagainya. Kegiatan ini berfungsi sebagai ungkapan rasa cinta, rasa syukur, do’a bagi kita agar segala ni’mat yang diperoleh dari Allah selalu berberkah.
2. Tujuan pelaksanaan tradisibarazanjiantara lain:
(1)Sebagai wujud Rasa Cinta kepada Rasulullah SAW,
(2) Untuk Mendoakan Keselamatan Umat Manusia, dan
(3)Untuk mengingatkan kisah Nabi kepada umat islam khususnya.
B.Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan tradisi barazanji
Berdasarkan hasil penelitian ini penulis, maka penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada masyarakat pada umumnya dan masyarakat agar senantiasa melestarikan tradisi pembacaan kitab Al-Barazanji karena ternyata memiliki nilai fositif yang bermanfaat dalam kehidupan, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Diharapkan kepada pemerintah agar memilki kepadulian terhadap pemeliharaan nilai-nilai budaya islam sehingga jati diri kita sebagai bangsa yang taat, bersikap sopan, dan bertutur santun tidak hilang.
3. Diharapkan kepada para akademisi untuk melakukan penelitian lanjutan untuk menggali lebih mendalam lagi informasi mengenai kitabAl-Barazanji yang masyarakat islam lebih mengenal dan memahaminya.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional, 2005.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.
Ediruslan Pe Amanriza dan Hasan Junus, 1993.Seni Pertunjukan Daerah Riau. Pekanbaru: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Riau.
Ipmaba, 2009.“Tentang Syair Al-Barzanji”. [Online] Tersedia di http://ipmaba.wordpress.com [Diunduh pada 17 Februari 2011].
Muhamad Thohiron, 2007. “Indahnya Syair-syair Al-Barzanji” [Online] Tersedia di http://kubah-senapelan.blogspot.com [Diunduh pada 17 Februari 2011].
R. Michael Feener dan Anna M. Gade, 1998.Pattern of Islamization in Indonesia: a Curriculum Unit for Post-Secondary Level Educators. New York: Cornell University Southeast Asia Program Outreach.
Raja Ali Haji, 1894. Syair Sinar Gemala Mestika Alam. [Online] Tersedia di http://www.rajaalihaji.com [Diunduhpada 17 Februari 2011].
www. wikipedia.com
Kamis, 27 Desember 2012
Seorang Hamba
Aku Hanyalah Seorang Hamba
Suatu ketika ada seorang membaca cerpen di internet, nah… inilah cerpen yang paling melekat di ingatannya .
Kalau ada pakaian yang robek, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memeras susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
Sayidatina ‘Aisyah ra menceritakan “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai shalat.”
Pernah juga baginda Rasulullah pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah ra, belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)
‘Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata, “Jika begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.
Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya. Rasulullah menegur, “Mengapa engkau memukul isterimu?” Lantas dijawab dengan agak gementar, “Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasehat dia tetap bandel, jadi aku pukul dia.”
“Aku tidak bertanya alasanmu,” sahut Nabi s.a.w. “Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu bagi anak-anakmu?”
Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”
Prihatin, sabar dan tawadhunya baginda dalam menjadi kepala keluarga tidak menampakkan kedudukannya sebagai pemimpin umat.
Apakah kunci kehebatan peribadi baginda yang bukan saja sangat bahagia kehidupannya walaupun di dalam kesusahan dan penderitaan, bahkan mampu pula membahagiakan orang lain tatkala di dalam derita. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah menyatu dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.
Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam kesendirian.
Ketika pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hingga pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiklnya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. ketika ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin masuk Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”
*Windah yusrati
Rabu, 19 Desember 2012
hati2lah dalam melangkah, jangan sampai salah langkah.
#ketimpangan terkadang terjadi di muka bumi Nusantara ini.
ada beberapa hal yg buruk dianggap baik sedangkan hal baik dianggap buruk.
terkadang kebaikan diabaikan, keburukan disebarkan...
#ada yang menangis hanya karena hal2 yang kecil dan tak jelas namun tak sedih ataupun menangis pada hal2 yang yang sangat penting.
#yah, begitulah manusia takkan lepas dari kekhilafan
marilah saling membenahi diri.
Kamis, 06 Desember 2012
Selasa, 04 Desember 2012
Mencari ma'na kehidupan
assalamu alaikm wr wb..
بسم الله الرحمن الرحيم
Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatny a. Maka
berobatlah !dan janganlah berobat dengan sesuatu yang haram”. (HR.THABRANI)
Pin BB : 2A4FB8C6
“Tidak sama yang
buruk dengan yang baik, meskipun kebanyakan yang buruk itu menarik hatimu, maka
bertaqwalahkepada Allah hai orang-orang berakal, agar engkau mendapat keberuntungan”. (QS.5:100).
“Bersyukurlah !”
Bersyukurlah bahwa engkau belum siap memiliki segala
sesuatu yang engkau inginkan . seandainya semua telah engkau
miliki , apalagi yang harus diinginkan ???
bersyukurlah bila engkau lelah dan letih, karena itu, engkau telah
membuat sesuatu perbedaan. Hidup
akan lebih bahagia bila kita dapat
menikmati apa yang kita miliki, krn itu bersyukur merupakan kualitas hati yang
tertinggi , bersyukurlah untuk masa2 sulit !. karena di masa itulah kamu
tumbuh.
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu memiliki beberapa
tanda yang dapat dikenali :
Jujur dalam tutur kata, menepati janji,
menyambung shilaturrahim, menyayangi orang-orang lemah, tidak berbangga diri terhadap manusia,
berakhlak mulia, dan memiliki keluasan perilaku yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. (Hasan al-Bashri)...
Minggu, 18 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)