Kamis, 27 Desember 2012

Seorang Hamba


          Aku Hanyalah Seorang Hamba
     Suatu ketika ada seorang membaca cerpen di internet, nah… inilah  cerpen yang paling  melekat di ingatannya .
     Kalau ada pakaian yang robek, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memeras susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.
     Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang  siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.
     Sayidatina ‘Aisyah ra menceritakan “Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai shalat.”
      Pernah juga baginda  Rasulullah pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah ra, belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)
    ‘Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata, “Jika begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.
      Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya. Rasulullah menegur, “Mengapa engkau memukul isterimu?” Lantas dijawab dengan agak gementar, “Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasehat dia tetap bandel, jadi aku pukul dia.”
     “Aku tidak bertanya alasanmu,” sahut Nabi s.a.w. “Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu bagi anak-anakmu?”
Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”
Prihatin, sabar dan tawadhunya baginda dalam menjadi kepala keluarga tidak menampakkan kedudukannya sebagai pemimpin umat.
Apakah kunci kehebatan peribadi baginda yang bukan saja sangat bahagia kehidupannya walaupun di dalam kesusahan dan penderitaan, bahkan mampu pula membahagiakan orang lain tatkala di dalam derita. Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah menyatu dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.
Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam kesendirian.
      Ketika pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hingga pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiklnya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. ketika ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin masuk Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?” Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”
*Windah yusrati


Rabu, 19 Desember 2012

hati2lah dalam melangkah, jangan sampai salah langkah.

#ketimpangan terkadang terjadi di muka bumi Nusantara ini. ada beberapa hal yg buruk dianggap baik sedangkan hal baik dianggap buruk. terkadang kebaikan diabaikan, keburukan disebarkan... #ada yang menangis hanya karena hal2 yang kecil dan tak jelas namun tak sedih ataupun menangis pada hal2 yang yang sangat penting. #yah, begitulah manusia takkan lepas dari kekhilafan marilah saling membenahi diri.

Kamis, 06 Desember 2012

Selasa, 04 Desember 2012

Mencari ma'na kehidupan

assalamu alaikm wr wb..

بسم الله الرحمن الرحيم
---


Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatny a. Maka berobatlah !dan janganlah berobat dengan sesuatu yang haram”.  (HR.THABRANI)
Pin BB : 2A4FB8C6

“Tidak  sama yang buruk dengan yang baik, meskipun kebanyakan yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalahkepada Allah hai orang-orang berakal,  agar engkau mendapat  keberuntungan”. (QS.5:100).

“Bersyukurlah !”
Bersyukurlah bahwa engkau belum siap memiliki segala sesuatu  yang engkau  inginkan . seandainya semua telah engkau miliki , apalagi yang harus diinginkan ???  bersyukurlah bila engkau lelah dan letih, karena itu, engkau telah membuat  sesuatu perbedaan. Hidup akan  lebih bahagia bila kita dapat menikmati  apa yang kita miliki, krn itu  bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi , bersyukurlah untuk masa2 sulit !. karena di masa itulah kamu tumbuh.
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu memiliki beberapa tanda yang dapat dikenali :
Jujur dalam tutur kata, menepati  janji,  menyambung shilaturrahim, menyayangi orang-orang lemah,  tidak berbangga diri terhadap manusia, berakhlak mulia, dan memiliki keluasan perilaku yang dapat mendekatkan diri  kepada Allah. (Hasan al-Bashri)...